>
>
>
Pernah dengar istilah "uang bekerja buat kita, bukan kita yang kerja buat uang"? Kalimat ini sering lewat di timeline FYP media sosial kamu sebagai jargon motivasi finansial. Faktanya, di balik tren gaya hidup hustle culture atau impian pensiun dini, terdapat satu rahasia bernama compound interest atau bunga majemuk. Bagi kita yang ingin membangun aset masa depan tanpa harus terus-menerus mengandalkan gaji bulanan, memahami cara kerja bunga majemuk merupakan langkah paling logis. Yuk, kita kenalan dengan apa itu compound interest!
Compound interest adalah bunga yang dihitung berdasarkan modal pokok awal ditambah dengan akumulasi bunga dari periode sebelumnya. Berbeda dengan simple interest (bunga tunggal) yang hanya memberikan imbal hasil dari modal tetap, bunga majemuk menciptakan efek "bunga berbunga".
Sebagai gambaran, jika Anda menginvestasikan Rp10.000.000 dengan bunga tunggal 10% per tahun, Anda akan mendapatkan Rp1.000.000 setiap tahun secara statis. Namun, dengan bunga majemuk, bunga Rp1.000.000 di tahun pertama akan ditambahkan ke modal pokok, sehingga di tahun kedua, bunga 10% dihitung dari Rp11.000.000, dan seterusnya.
Untuk memproyeksikan pertumbuhan investasi, digunakan rumus matematis standar sebagai berikut:
FV = PV x (1 + r)^n
Misalkan Anda mengalokasikan Rp50.000.000 dalam instrumen dengan imbal hasil 8% per tahun selama 10 tahun tanpa pernah menarik modal maupun bunganya. Di akhir tahun ke-10, uang Anda tidak hanya menjadi Rp90.000.000 (seperti pada bunga tunggal), melainkan tumbuh menjadi sekitar Rp107.946.000. Selisih ini akan semakin melebar secara drastis seiring bertambahnya waktu.
Kekuatan utama dari bunga majemuk bukanlah besaran modal, melainkan durasi atau waktu. Efek ini sering disebut sebagai Snowball Effect. Seperti bola salju yang digulingkan dari puncak gunung, awalnya ia tampak kecil dan tumbuh lambat, namun setelah mencapai titik kritis tertentu, ukurannya akan membesar secara eksponensial dalam waktu singkat.
Data menunjukkan bahwa investor yang mulai di usia 20-an dengan nominal kecil sering kali memiliki portofolio yang lebih besar di masa pensiun dibandingkan investor yang mulai di usia 40-an dengan nominal investasi dua kali lipat lebih besar. Hal ini terjadi karena dana investor muda memiliki waktu lebih lama untuk melakukan "penggandaan diri". Dalam compounding, waktu adalah aset yang tidak bisa digantikan oleh uang.
Memahami teori saja tidak cukup. Dibutuhkan langkah taktis agar efek ini bekerja maksimal pada portofolio Anda:
Compound interest adalah instrumen yang paling efektif untuk membangun kekayaan bagi siapa saja, terlepas dari latar belakang ekonominya. Kekuatannya terletak pada disiplin untuk membiarkan uang bekerja dalam jangka waktu yang lama.
Dengan memahami rumus perhitungannya dan menerapkan strategi investasi yang konsisten, Anda tidak lagi hanya bekerja mencari uang, melainkan membangun sistem di mana uang tumbuh secara mandiri dan eksponensial. Segera mulai, tetap disiplin, dan biarkan waktu melakukan tugasnya.
Anda akan menerima informasi mengenai berita terbaru dan juga berbagai penawaran promo menarik Bank NOBU langsung melalui e-mail Anda.
SELESAI