bpjs-tidak-aktif-nobu-bank-blog-1300x325

BPJS Tidak Aktif? Ini Penyebab dan Cara Mengaktifkannya Kembali




Status BPJS Kesehatan tidak aktif bisa membuat khawatir sebagian orang, terutama ketika sedang membutuhkan layanan kesehatan. Padahal, kondisi ini bisa terjadi karena berbagai alasan, mulai dari tunggakan iuran hingga perubahan atau pemutakhiran data kepesertaan.

Memastikan kepesertaan tetap aktif juga menjadi bagian dari upaya menjaga akses masyarakat terhadap layanan kesehatan sekaligus sebagai upaya meningkatkan inklusi keuangan, terutama dengan membantu masyarakat menghadapi risiko biaya kesehatan yang tidak terduga

Sebagai informasi, masalah BPJS tidak aktif ini memang cukup banyak terjadi. Berdasarkan data BPJS Kesehatan per April 2026, terdapat 58,32 juta peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang berstatus nonaktif.

Dari jumlah tersebut, 13,48 juta peserta tidak aktif karena menunggak iuran, sementara 44,84 juta lainnya berasal dari peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) dan peserta yang iurannya dibiayai oleh pemerintah daerah.

Karena penyebabnya bisa berbeda-beda, solusi untuk mengaktifkan kembali BPJS tidak aktif juga tidak selalu sama. Mari simak pembahasan selengkapnya dalam artikel berikut ini.

Apa Penyebab BPJS Kesehatan Tidak Aktif?

Penting untuk mengetahui penyebab BPJS Kesehatan tidak aktif agar bisa memilih langkah penyelesaian yang sesuai. Dalam hal ini, terdapat beberapa hal yang dapat menjadi penyebab BPJS Kesehatan tidak aktif, di antaranya:

1. Ada Tunggakan Iuran

Tunggakan iuran menjadi salah satu penyebab BPJS Kesehatan tidak aktif, khususnya bagi peserta yang membayar iuran secara mandiri. Ketika pembayaran iuran tidak dilakukan sesuai ketentuan, status kepesertaan dapat menjadi nonaktif sampai kewajiban pembayaran diselesaikan.

Bagi pekerja informal atau orang dengan penghasilan tidak tetap, iuran rutin ini berpotensi terlewat. Karena itu, jika status BPJS tiba-tiba berubah menjadi tidak aktif, hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengecek tagihan dan riwayat pembayaran.

2. Data Peserta Belum Diperbarui atau Tidak Sesuai

Perlu diketahui bahwa berbagai perubahan data, seperti alamat, nomor telepon, status pekerjaan, atau kondisi keluarga juga penting untuk rutin disesuaikan dengan data kepesertaan BPJS Kesehatan.

Sebab, data yang tidak sinkron dengan data kependudukan juga bisa memengaruhi proses validasi kepesertaan. Hal ini dapat menjadi penyebab utama ketika kamu menemukan status BPJS tidak aktif padahal merasa sudah memenuhi kewajiban iuran.

Baca Juga: Tips Mengatur Keuangan agar Siap Meraih Masa Depan yang Lebih Baik

3. Verifikasi Identitas Mengalami Kendala

Kegagalan verifikasi KTP juga disebut sebagai salah satu faktor yang dapat memengaruhi status kepesertaan BPJS. Data identitas yang tidak valid atau tidak sesuai dapat membuat proses validasi peserta mengalami kendala.

Jika masalahnya berkaitan dengan data kependudukan, pastikan informasi seperti NIK, nama, dan data keluarga sesuai dengan dokumen resmi.

4. Terjadi Perubahan atau Peralihan Segmen Kepesertaan

Status peserta BPJS Kesehatan juga dapat berubah ketika terjadi perpindahan segmen kepesertaan.

Contohnya, seseorang sebelumnya terdaftar sebagai Pekerja Penerima Upah (PPU) melalui perusahaan, kemudian berhenti bekerja dan perlu melanjutkan kepesertaan melalui skema lain. Dalam kondisi seperti ini, proses perpindahan data bisa membuat status kepesertaan mengalami perubahan.

Bagi pekerja kontrak atau pekerja yang baru saja resign atau terkena PHK, hal ini perlu diperhatikan dengan seksama. Setelah hubungan kerja berakhir, sumber pembayaran iuran melalui perusahaan juga berubah sehingga peserta perlu memastikan status kepesertaannya tetap terurus.

5. Status sebagai Peserta PBI Berubah

Perlu diketahui bahwa peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) memiliki mekanisme yang berbeda karena iurannya dibayarkan oleh pemerintah.

Penonaktifan peserta PBI dapat berkaitan dengan pemutakhiran dan validasi data pemerintah. Dalam laporan April 2026, BPJS Kesehatan menyebut 44,84 juta peserta nonaktif berasal dari peserta PBI dan peserta yang dibiayai pemerintah daerah.

Pada awal 2026, pemutakhiran data juga berdampak pada penonaktifan peserta PBI. Karena itu, seseorang yang sebelumnya menerima bantuan iuran bisa mendapati status BPJS-nya berubah meskipun tidak memiliki tunggakan iuran pribadi.

Jika kondisi ini terjadi, penyelesaiannya perlu melihat status kepesertaan dan hasil verifikasi data. Untuk peserta yang memang masih memenuhi kriteria penerima bantuan, hal ini dapat diurus melalui Dinas Sosial dan proses verifikasi pemerintah.

6. Peserta Tidak Lagi Menjadi Tanggungan Keluarga

Perubahan status anggota keluarga juga dapat memengaruhi kepesertaan. Salah satu contohnya adalah anak yang telah berusia 21 tahun dan tidak sedang menempuh pendidikan formal tidak lagi dapat menjadi tanggungan orang tua dalam skema yang disebutkan. Dalam kondisi tersebut, peserta perlu memiliki kepesertaan sesuai statusnya sendiri.

Karena aturan kepesertaan dapat bergantung pada kategori peserta dan kondisi keluarga, status masing-masing anggota sebaiknya diperiksa terlebih dahulu melalui kanal resmi BPJS Kesehatan.

Cara Mengaktifkan Kembali BPJS Kesehatan yang Sudah Tidak Aktif

Jika sudah mengetahui apa penyebab, kamu bisa mengaktifkan kembali BPJS Kesehatan yang nonaktif tersebut dengan memilih salah satu dari beberapa cara berikut ini:

A. Lunasi Tunggakan Jika Penyebabnya Pembayaran

Jika status nonaktif disebabkan oleh tunggakan iuran, lakukan pembayaran sesuai tagihan dan ketentuan yang berlaku. Setelah pembayaran dilakukan, periksa kembali status kepesertaan. Simpan bukti pembayaran untuk berjaga-jaga apabila suatu saat diperlukan.

B. Perbarui Data Jika Ada Perubahan Informasi

Jika masalahnya berasal dari data yang belum sesuai, lakukan pembaruan data. Siapkan dokumen pribadi, seperti KTP dan Kartu Keluarga. Untuk perubahan tertentu, dokumen pendukung lain, seperti surat keterangan dari tempat kerja, juga dapat diperlukan.

Kemudian, pembaruan data bisa dilakukan melalui kanal layanan BPJS Kesehatan atau dengan mendatangi kantor cabang jika prosesnya membutuhkan bantuan petugas.

Baca Juga: 6 Tips Cerdas Untuk Berhemat dan Mengelola Uang Bulanan

C. Jika Pindah Pekerjaan, Pastikan Segmen Kepesertaan Sudah Sesuai

Bagi pekerja yang resign, terkena PHK, atau berpindah status pekerjaan, cobalah periksa kembali segmen kepesertaannya.

Jika sebelumnya terdaftar sebagai PPU melalui perusahaan, perubahan status pekerjaan dapat membuat pembayaran iuran dan administrasi kepesertaan ikut berubah. Peserta dalam kondisi tersebut dapat melanjutkan kepesertaan sebagai peserta mandiri dan memastikan pembayaran iuran kembali berjalan.

D. Jika BPJS PBI Tidak Aktif, Cek Status Bantuan dan Data Pemerintah

Untuk peserta PBI yang mengalami penonaktifan, prosesnya akan berbeda dengan peserta mandiri yang memiliki tunggakan.

Data peserta PBI pada dasarnya berkaitan dengan pendataan dan pemutakhiran pemerintah. Jika merasa masih memenuhi kriteria penerima bantuan tetapi status BPJS PBI berubah menjadi nonaktif, kamu dapat menghubungi Dinas Sosial setempat untuk menanyakan status data dan proses verifikasi yang perlu dilakukan.

Cara Cek BPJS Aktif atau Tidak

Jika kamu ingin mengetahui apakah status BPJS Kesehatan aktif atau tidak, kamu bisa melakukannya secara praktis melalui ponsel. Beberapa cara yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut:

1. Cek melalui Aplikasi Mobile JKN

Mobile JKN dapat digunakan untuk melihat informasi kepesertaan BPJS Kesehatan. Langkah umumnya adalah sebagai berikut:

  1. Buka aplikasi Mobile JKN.
  2. Login menggunakan NIK atau nomor kartu BPJS Kesehatan dan password.
  3. Masukkan captcha jika diminta.
  4. Pilih menu Info Peserta atau menu peserta yang tersedia.
  5. Periksa informasi status keaktifan kepesertaan.
  6. Informasi mengenai status kepesertaan dan identitas peserta akan ditampilkan di aplikasi.

2. Cek melalui BPJS Kesehatan Care Center 165

Kalau kamu tidak bisa menggunakan aplikasi atau WhatsApp, status kepesertaan juga dapat dicek melalui BPJS Kesehatan Care Center 165.

Berikut adalah langkah-langkahnya

  1. Hubungi 165.
  2. Pilih layanan untuk pemeriksaan status kepesertaan.
  3. Masukkan nomor peserta atau NIK.
  4. Masukkan tanggal lahir sesuai permintaan sistem.
  5. Ikuti petunjuk hingga informasi status kepesertaan diberikan.

3. Datang Langsung ke Kantor BPJS Kesehatan

Jika status tidak aktif disebabkan masalah data atau kamu membutuhkan bantuan untuk menyelesaikan administrasi, kamu bisa datang langsung ke kantor cabang BPJS Kesehatan.

Untuk itu, siapkan dokumen yang relevan, seperti KTP, Kartu Keluarga, dan kartu JKN-KIS jika tersedia. Petugas dapat membantu mengecek penyebab status nonaktif dan langkah yang perlu dilakukan.

Baca Juga: Mengenal Jenis-Jenis Passive Income dan Cara Mengelolanya

Setelah BPJS Aktif, Apa Lagi yang Perlu Dipikirkan?

Bagi yang penghasilannya masih naik turun, memiliki BPJS Kesehatan yang aktif sudah menjadi salah satu langkah yang tepat. Setidaknya, ada perlindungan dasar yang bisa diandalkan ketika sewaktu-waktu perlu berobat.

Namun, ketika kondisi keuangan mulai lebih stabil, kebutuhan bisa ikut berubah. Misalnya, sudah punya pasangan atau anak, mulai punya cicilan, atau sedang berusaha mengumpulkan tabungan dan aset.

Di tahap ini, sakit atau kondisi serius bisa berdampak lebih jauh karena bisa memengaruhi pengeluaran sehari-hari yang tetap berjalan.

Itulah mengapa asuransi bisa mulai dipertimbangkan sebagai pelengkap BPJS. Bukan berarti harus langsung memiliki banyak produk, lihat dulu kondisi keuangan dan risiko apa yang memang perlu dipersiapkan.

Jika kamu sedang mulai memikirkan perlindungan untuk diri sendiri atau keluarga, Nobu Bank menyediakan pilihan Bancassurance Jiwa & Kesehatan melalui kerja sama dengan perusahaan asuransi tepercaya. Kamu bisa melihat pilihan perlindungan yang tersedia dan menyesuaikannya dengan kebutuhan serta kemampuan finansial.