3 Jenis Investasi Jangka Pendek buat Kamu yang Punya Target Keuangan Dekat

3 Jenis Investasi Jangka Pendek buat Kamu yang Punya Target Keuangan Dekat




Punya rencana keuangan yang ingin diwujudkan dalam waktu dekat, seperti menambah modal usaha, membeli peralatan bisnis, atau menyiapkan biaya liburan? Investasi jangka pendek bisa menjadi salah satu pilihan untuk mengelola dana agar berpotensi menghasilkan imbal hasil sesuai tujuan keuanganmu.

Dibandingkan investasi jangka panjang, investasi jangka pendek memiliki periode penempatan dana yang relatif singkat. Meski begitu, setiap instrumen tentu punya karakteristik, potensi keuntungan, dan risiko yang berbeda. Jadi, penting untuk memahami pilihan investasi yang tersedia sebelum menentukan tempat untuk menaruh dana.

Untuk memahami investasi jangka pendek selengkapnya, termasuk jenis, keuntungan, hingga risikonya, kamu bisa menyimak artikel berikut ini sampai tuntas.

Apa Itu Investasi Jangka Pendek?

Investasi jangka pendek adalah penempatan dana pada instrumen investasi dengan tujuan keuangan yang ingin dicapai dalam waktu relatif singkat. Periodenya bisa beberapa bulan hingga sekitar satu tahun, meskipun batas waktu ini dapat berbeda tergantung instrumen dan kebutuhan investor.

Misalnya, kamu ingin menyiapkan dana untuk membeli mesin produksi dalam enam bulan ke depan. Daripada membiarkan seluruh dana mengendap di rekening biasa, kamu bisa mempertimbangkan instrumen investasi yang sesuai dengan jangka waktu tersebut.

Jenis-Jenis Investasi Jangka Pendek

Ada beberapa instrumen yang bisa dipertimbangkan untuk tujuan keuangan jangka pendek. Masing-masing instrumen tersebut memiliki cara kerja dan tingkat risiko yang berbeda. Berikut adalah beberapa jenisnya:

A. Deposito Jangka Pendek

Deposito jangka pendek merupakan produk simpanan berjangka di bank dengan periode penempatan tertentu, misalnya satu, tiga, atau enam bulan. Dengan produk ini, nasabah akan memperoleh bunga sesuai ketentuan yang berlaku.

Deposito cocok dipertimbangkan jika kamu memiliki dana yang belum akan digunakan sampai waktu tertentu dan menginginkan imbal hasil yang lebih terukur. Namun, pencairan sebelum jatuh tempo bisa dikenai penalti atau mengikuti ketentuan khusus bank.

B. Reksa Dana Pasar Uang

Reksa dana pasar uang adalah produk investasi berupa instrumen pasar uang dan efek utang dengan jatuh tempo relatif pendek sesuai ketentuan yang berlaku.

Instrumen ini bisa dipertimbangkan jika kamu menginginkan pilihan investasi yang dikelola oleh manajer investasi dan relatif fleksibel untuk pencairan. Meski demikian, perlu diingat bahwa nilai investasi tetap dapat berfluktuasi dan hasilnya tidak dijamin.

Baca Juga: 3 Tips Menabung untuk Generasi Sandwich

C. Surat Berharga Negara (SBN)

Surat Berharga Negara atau SBN merupakan instrumen investasi yang diterbitkan pemerintah untuk membiayai kebutuhan negara. Beberapa jenis SBN memiliki kupon berkala, sedangkan karakteristik pencairan dan jatuh temponya bergantung pada seri yang dipilih.

Sebelum membeli, periksa masa penawaran, jangka waktu, ketentuan penjualan di pasar sekunder jika tersedia, serta risiko perubahan harga. Kamu juga perlu memahami bahwa tidak semua SBN dapat dicairkan sewaktu-waktu.

Keuntungan Investasi Jangka Pendek

Investasi jangka pendek pada dasarnya dapat membantumu dalam mengelola dana untuk kebutuhan yang sudah direncanakan. Di samping itu, berikut adalah beberapa keuntungan yang bisa dipertimbangkan:

1. Membantu Mencapai Tujuan Keuangan dalam Waktu Dekat

Investasi jangka pendek bisa disesuaikan dengan kebutuhan yang memiliki tenggat waktu jelas. Misalnya, menyiapkan biaya pendidikan, membeli peralatan usaha, atau mengumpulkan dana untuk renovasi tempat tinggal.

Dengan tujuan yang terukur, kamu bisa menentukan berapa dana yang perlu disiapkan dan kapan dana tersebut harus tersedia.

2. Pilihan Instrumennya Beragam

Ada berbagai instrumen yang dapat dipilih, mulai dari deposito jangka pendek hingga reksa dana pasar uang. Kamu bisa membandingkan karakteristik masing-masing berdasarkan potensi imbal hasil, risiko, dan kemudahan pencairan.

Pilihan ini memberi ruang untuk menyesuaikan investasi dengan kebutuhan, bukan sekadar mengikuti tren yang sedang populer.

3. Perkembangan Dana Lebih Mudah Dievaluasi

Periode investasi yang relatif singkat memungkinkan kamu mengevaluasi perkembangan dana dalam rentang waktu tertentu. Kamu dapat memeriksa apakah pilihan instrumen masih sesuai dengan target dan apakah strategi yang digunakan perlu disesuaikan.

Perlu diingat, jangka waktu yang singkat tidak menjamin keuntungan lebih cepat atau lebih besar. Hasil investasi tetap bergantung pada karakteristik instrumen dan kondisi pasar.

Risiko Investasi Jangka Pendek yang Perlu Diperhatikan

Sebelum menempatkan dana, kamu juga perlu memahami risiko investasi jangka pendek agar keputusan yang diambil sesuai dengan kebutuhan keuangan.

1. Nilai Investasi Bisa Turun

Instrumen seperti emas dan reksa dana memiliki nilai yang dapat berubah mengikuti kondisi pasar. Jika dijual saat nilainya turun, kamu berpotensi mengalami kerugian.

Untuk mengantisipasinya, pilih instrumen sesuai profil risiko dan jangan mengandalkan asumsi bahwa harga akan selalu naik dalam waktu singkat.

Baca Juga: Kedewasaan Finansial: Kunci Sukses Finansial di Usia Muda

2. Dana Belum Tentu Bisa Dicairkan Kapan Saja

Setiap instrumen memiliki aturan pencairan yang berbeda. Deposito, misalnya, memiliki jatuh tempo dan pencairan lebih awal dapat menimbulkan konsekuensi biaya sesuai ketentuan bank.

Sementara itu, pencairan instrumen lain juga dapat membutuhkan waktu pemrosesan atau bergantung pada kondisi pasar. Pastikan dana yang ditempatkan bukan uang yang harus tersedia untuk kebutuhan mendesak.

3. Keuntungan Tidak Selalu Sesuai Harapan

Perlu diketahui bahwa imbal hasil aktual bisa berbeda dari perkiraan. Pada instrumen yang nilainya berfluktuasi, hasil investasi dapat lebih rendah dari target, atau bahkan merugi.

Sebaiknya, hitung kebutuhan dana berdasarkan perkiraan yang realistis dan hindari mengambil keputusan hanya karena tergiur imbal hasil tinggi.

4. Hasil Investasi Bisa Tergerus Inflasi

Kenaikan harga barang dan jasa dapat mengurangi daya beli uang dari waktu ke waktu. Jika imbal hasil investasi lebih rendah daripada inflasi selama periode penempatan, pertumbuhan dana secara nominal belum tentu meningkatkan daya beli.

Karena itu, pertimbangkan juga kebutuhan dan perkiraan biaya yang ingin dipenuhi ketika menentukan target investasi.

Tips Memilih Investasi Jangka Pendek yang Sesuai

Agar pilihan investasi lebih terarah, kamu bisa mempertimbangkan beberapa hal di bawah ini sebelum menempatkan dana di instrumen investasi jangka pendek:

  1. Tentukan tujuan keuangan. Pastikan kamu tahu dana akan digunakan untuk apa, misalnya membeli perlengkapan usaha atau membayar kebutuhan dalam beberapa bulan mendatang.
  2. Tentukan waktu penggunaan dana. Jika dana dibutuhkan dalam tiga bulan, pilih instrumen dengan jangka waktu dan mekanisme pencairan yang sesuai.
  3. Kenali profil risiko. Pertimbangkan seberapa besar penurunan nilai yang bisa kamu toleransi. Jangan memilih instrumen berisiko tinggi jika kamu tidak siap menghadapi kemungkinan kerugian.
  4. Bandingkan potensi imbal hasil dan biaya. Periksa bunga, biaya administrasi, penalti pencairan, pajak, dan ketentuan lain yang memengaruhi hasil akhir.
  5. Pisahkan dana darurat. Sebaiknya, jangan menempatkan seluruh uang yang tersedia ke instrumen investasi. Sisihkan dana yang mudah diakses untuk kebutuhan mendadak.

Bagi pemilik usaha yang memiliki dana dan belum akan digunakan dalam waktu dekat, investasi jangka pendek bisa menjadi salah satu pilihan untuk mengembangkan danamu secara optimal. Dalam hal ini, kamu bisa memilih berbagai instrumen yang ada, salah satunya adalah deposito.

Jika tertarik dengan imbal hasil dari deposito, salah satu produk yang bisa kamu pelajari adalah NOBU Deposito dari Nobu Bank. Produk ini menyediakan pilihan tenor 1, 3, 6, hingga 12 bulan lengkap dengan fasilitas perpanjangan otomatis atau Automatic Roll Over (ARO).

Jadi, tunggu apa lagi? Saatnya pertimbangkan NOBU Deposito sebagai salah satu pilihan untuk mengelola dana usahamu. Kenali lebih jauh NOBU Deposito dan pertimbangkan manfaatnya sesuai kebutuhan bisnismu.

Baca Juga: Mengenal Passive Income & Cara Mengelola Agar Cuan