Mengenal Tabungan Berjangka untuk Membantu Mencapai Target Keuangan

Mengenal Tabungan Berjangka untuk Membantu Mencapai Target Keuangan




Punya rencana membeli rumah, menyiapkan biaya pendidikan anak, atau berlibur bersama keluarga? Apa pun tujuanmu, menyiapkan dana sejak jauh-jauh hari bisa membuat perencanaan keuangan terasa lebih ringan. Salah satu cara yang bisa kamu pertimbangkan adalah menabung melalui tabungan berjangka.

Berbeda dari tabungan biasa yang memungkinkan kamu menyetor dan menarik uang dengan lebih fleksibel, tabungan berjangka membantu kamu membangun kebiasaan menabung secara rutin selama periode tertentu. Dengan begitu, kamu bisa mengumpulkan dana sedikit demi sedikit untuk mencapai target keuangan yang sudah direncanakan.

Lantas, tabungan berjangka adalah produk seperti apa, apa saja keuntungannya, dan bagaimana cara memilihnya? Yuk, pahami penjelasannya berikut ini.

Apa Itu Tabungan Berjangka?

Tabungan berjangka adalah produk simpanan bank yang membantu nasabah mengumpulkan dana secara rutin dalam jangka waktu tertentu. Biasanya, nasabah menentukan nominal setoran berkala dan tenor sejak awal pembukaan rekening.

Sebagai contoh, kamu ingin mengumpulkan dana sebesar Rp24 juta dalam waktu dua tahun untuk kebutuhan pendidikan anak. Kamu bisa membuat rencana menabung dengan menyisihkan Rp1 juta setiap bulan. Dengan setoran yang konsisten, target dana tersebut bisa lebih mudah dipantau dan direncanakan.

Pada umumnya, setoran tabungan berjangka dilakukan secara otomatis dari rekening sumber dana melalui fasilitas autodebet. Mekanisme ini membantu kamu untuk menabung secara rutin tanpa harus melakukan transfer setiap bulan secara manual.

Keuntungan Tabungan Berjangka

Tabungan berjangka bisa menjadi pilihan bagi kamu yang ingin mengatur keuangan dengan lebih terarah. Berikut adalah beberapa keuntungannya:

1. Membantu Menabung Lebih Disiplin

Menabung secara rutin memang terdengar sederhana, tetapi praktiknya tidak selalu mudah. Terkadang, uang yang sudah disisihkan justru terpakai untuk belanja atau kebutuhan lain yang sebenarnya masih bisa ditunda.

Dengan tabungan berjangka, kamu memiliki komitmen untuk menyetor dana secara berkala. Jika menggunakan fasilitas autodebet, setoran dapat dilakukan otomatis sesuai jadwal yang ditentukan.

Cara ini membantu membangun kebiasaan menyisihkan uang di awal, sebelum digunakan untuk kebutuhan lainnya.

2. Memudahkan Perencanaan Keuangan Jangka Panjang

Tabungan jangka panjang membutuhkan perencanaan yang konsisten agar target dana bisa tercapai sesuai waktu yang diharapkan. Tabungan berjangka dapat membantu kamu menyusun rencana tersebut melalui nominal setoran dan periode menabung yang jelas.

Misalnya, kamu ingin menyiapkan biaya masuk sekolah anak tiga tahun mendatang. Dengan menentukan target dana sejak awal, kamu bisa memperkirakan berapa nominal yang perlu disisihkan setiap bulan.

Perencanaan seperti ini juga membantu kamu mengevaluasi kemampuan keuangan. Jika target setoran terasa terlalu berat, nominalnya bisa diperhitungkan kembali sebelum memilih produk.

Baca Juga: Tips Mengatur & Mengelola Keuangan untuk Masa Depan

3. Berpotensi Mendapatkan Bunga

Selain mengumpulkan dana dari setoran rutin, tabungan berjangka juga dapat memberikan bunga sesuai ketentuan produk. Besaran bunganya bisa berbeda-beda di setiap bank dan bisa dipengaruhi oleh program, tenor, maupun persyaratan yang berlaku.

Dengan adanya bunga, saldo tabungan berpotensi bertambah di luar total setoran yang kamu lakukan. Namun, hasil akhirnya tetap bergantung pada tingkat bunga, biaya, pajak jika berlaku, dan ketentuan produk.

Sebelum membuka rekening, periksa informasi bunga yang ditawarkan agar kamu bisa memperkirakan hasil tabungan secara lebih realistis.

4. Membantu Mengurangi Pengeluaran Impulsif

Ketika dana untuk tujuan tertentu disimpan terpisah dari rekening transaksi sehari-hari, kamu bisa lebih mudah membedakan uang yang boleh digunakan dan uang yang sedang dikumpulkan.

Tabungan berjangka dapat membantu menjaga komitmen tersebut karena pencairannya biasanya terikat pada jangka waktu tertentu. Dengan demikian, kamu memiliki pertimbangan tambahan sebelum menggunakan dana untuk kebutuhan di luar rencana.

Meski begitu, tetap siapkan dana darurat di rekening yang mudah diakses. Jadi, jika ada kebutuhan mendesak, kamu tidak perlu mengandalkan tabungan yang masih terikat periode.

5. Membantu Mewujudkan Target Keuangan

Tabungan berjangka bisa digunakan untuk berbagai tujuan, mulai dari kebutuhan jangka menengah hingga rencana jangka panjang. Beberapa contohnya meliputi:

  • Menyiapkan biaya pendidikan anak.
  • Mengumpulkan dana untuk menikah.
  • Merencanakan liburan keluarga.
  • Menyiapkan uang muka rumah.
  • Mengumpulkan dana untuk membeli kendaraan atau kebutuhan besar lainnya.

Dengan menentukan target dan waktu pencairan sejak awal, kamu bisa membuat rencana menabung yang lebih terukur.

Perbedaan Tabungan Berjangka dan Tabungan Biasa

Tabungan berjangka dan tabungan biasa sama-sama membantu kamu menyimpan uang. Namun, keduanya memiliki karakteristik berbeda, terutama dari segi setoran, jangka waktu, dan fleksibilitas penggunaan dana. Berikut adalah penjelasan selengkapnya:

1. Tujuan Menabung

Tabungan berjangka umumnya digunakan untuk mengumpulkan dana bagi tujuan tertentu, seperti biaya pendidikan anak, uang muka rumah, atau liburan keluarga. Sementara itu, tabungan biasa lebih sering digunakan untuk menyimpan uang dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

2. Setoran Dana

Pada tabungan berjangka, kamu biasanya perlu menyetor dana secara rutin dengan nominal yang disepakati sejak awal. Setoran dapat dilakukan secara otomatis melalui fasilitas autodebet.

Sebaliknya, tabungan biasa menawarkan fleksibilitas lebih besar dalam hal frekuensi dan nominal setoran, sesuai ketentuan rekening yang digunakan.

3. Jangka Waktu

Tabungan berjangka memiliki periode menabung tertentu yang ditetapkan saat pembukaan rekening. Dana dikumpulkan selama periode tersebut hingga mencapai waktu pencairan sesuai ketentuan produk.

Sementara itu, tabungan biasa umumnya tidak terikat tenor sehingga bisa digunakan selama rekening masih aktif.

4. Fleksibilitas Pencairan

Dana tabungan biasa umumnya bisa ditarik kapan saja melalui fasilitas transaksi yang tersedia. Berbeda dengan itu, pencairan tabungan berjangka dapat mengikuti ketentuan khusus, terutama jika dilakukan sebelum periode berakhir.

Maka dari itu, tabungan berjangka lebih cocok untuk dana yang tidak dibutuhkan dalam waktu dekat, sedangkan tabungan biasa lebih sesuai untuk kebutuhan yang memerlukan akses cepat.

Baca Juga: Healing dengan Budget Bijak: Tips Traveling untuk Gen-Z

5. Bunga dan Biaya

Bunga tabungan berjangka dan tabungan biasa bergantung pada kebijakan masing-masing bank. Tabungan berjangka bisa menawarkan suku bunga yang berbeda dari tabungan biasa, tetapi kamu tetap perlu membandingkan biaya administrasi, ketentuan bunga, dan potensi penalti yang berlaku.

Dengan memahami perbedaan tersebut, kamu bisa menggunakan kedua jenis tabungan secara berdampingan. Tabungan biasa dapat digunakan untuk transaksi harian, sementara tabungan berjangka membantu mengumpulkan dana untuk tujuan keuangan tertentu.

Kenali Risiko Tabungan Berjangka

Meski bisa membantu membangun kebiasaan menabung, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum membuka tabungan berjangka.

  • Dana tidak selalu bisa dicairkan sewaktu-waktu. Pencairan sebelum jatuh tempo dapat dikenai penalti atau mengikuti ketentuan khusus. Pastikan kamu tetap memiliki dana darurat di rekening yang mudah diakses.
  • Setoran rutin membutuhkan komitmen. Kamu perlu memastikan saldo rekening sumber dana mencukupi agar setoran berkala berjalan lancar. Pilih nominal setoran yang sesuai dengan pendapatan dan pengeluaran rutin.
  • Bunga dan biaya memengaruhi hasil akhir. Biaya administrasi, pajak jika berlaku, serta ketentuan bunga dapat memengaruhi jumlah dana yang diterima. Periksa simulasi dan rincian biaya sebelum membuka rekening.
  • Target keuangan bisa berubah. Kebutuhan yang awalnya direncanakan dapat berubah seiring waktu, misalnya biaya pendidikan meningkat atau dana perlu digunakan lebih cepat. Pertimbangkan fleksibilitas produk sebelum menentukan tenor.

Tips Memilih Tabungan Berjangka yang Sesuai

Agar tabungan berjangka benar-benar membantu mencapai target keuangan, ada beberapa hal yang bisa kamu pertimbangkan sebelum memilih produk.

1. Tentukan Tujuan dan Jangka Waktu

Mulailah dengan menentukan tujuan yang ingin dicapai dan kapan dana tersebut akan digunakan. Tujuan yang jelas membantu kamu menentukan tenor dan nominal setoran yang sesuai.

Jika dana dibutuhkan dalam dua tahun, misalnya, pilih program tabungan dengan periode yang mendukung rencana tersebut.

2. Sesuaikan Setoran dengan Kemampuan Keuangan

Jangan langsung memilih nominal setoran yang besar hanya karena ingin cepat mencapai target. Pastikan jumlah tersebut masih memungkinkan kamu memenuhi kebutuhan rutin dan menyisihkan dana darurat.

Menabung secara konsisten dengan nominal yang realistis bisa lebih membantu daripada menetapkan target terlalu tinggi, lalu kesulitan memenuhi setoran.

3. Periksa Bunga dan Biaya

Bandingkan suku bunga, biaya administrasi, nominal setoran minimum, dan biaya penutupan rekening jika ada. Periksa pula apakah terdapat penalti ketika setoran gagal atau rekening ditutup sebelum jatuh tempo.

Informasi tersebut penting agar kamu dapat memperkirakan hasil tabungan sekaligus memahami konsekuensi jika kondisi keuangan berubah.

4. Pahami Fasilitas Autodebet

Autodebet bisa memudahkan proses menabung karena setoran dilakukan secara otomatis dari rekening sumber dana. Namun, pastikan saldo rekening tersebut cukup pada tanggal pendebetan.

Pilih tanggal setoran yang sesuai dengan jadwal penerimaan gaji atau pendapatan. Dengan begitu, kamu bisa mengurangi risiko setoran gagal akibat saldo yang tidak mencukupi.

5. Periksa Ketentuan Pencairan dan Penjaminan

Sebelum membuka rekening, pahami prosedur pencairan saat jatuh tempo maupun jika kamu perlu mengakhiri program lebih awal.

Pastikan juga bank merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan pahami persyaratan penjaminan yang berlaku. Penjaminan simpanan memiliki ketentuan tertentu, termasuk batas nilai dan persyaratan tingkat bunga yang berlaku.

Dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut, kamu bisa menentukan rekomendasi tabungan berjangka yang paling sesuai dengan tujuan, kemampuan menabung, dan kebutuhan akses dana.

Demikian penjelasan mengenai tabungan berjangka yang bisa menjadi salah satu pilihan untuk membantu kamu menyiapkan dana sesuai target keuangan. Pada dasarnya, menyiapkan dana untuk kebutuhan mendatang akan lebih mudah jika kamu memiliki target dan kebiasaan menabung yang konsisten. Untuk membantu mewujudkan rencana tersebut, kamu bisa menggunakan NOBU Savings Plan dari Nobu Bank.

NOBU Savings Plan merupakan produk tabungan berjangka yang membantu kamu mengumpulkan dana melalui setoran awal dan setoran rutin selama periode tertentu. Produk ini juga memiliki suku bunga yang kompetitif dan mendapatkan penjaminan dari LPS, lho.

Jadi, jangan ragu untuk mulai susun rencana menabungmu bersama NOBU Savings Plans. Mari wujudkan target keuangan masa depan dengan kebiasaan yang lebih terarah.

Baca Juga: 3 Tips Menabung untuk Generasi Sandwich