>
>
Memiliki rumah sendiri tentu menjadi salah satu impian banyak orang. Namun, harga properti yang kian meningkat dan kebutuhan uang muka yang tidak kecil kerap membuat sebagian orang merasa kesulitan untuk memiliki rumah sendiri, apalagi bagi keluarga yang baru mulai merintis.
Untuk membantu masyarakat, terutama yang berpenghasilan menengah ke bawah, pemerintah pun menyediakan program rumah KPR subsidi melalui skema pembiayaan tertentu, salah satunya adalah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Meski menawarkan sejumlah kemudahan, rumah KPR subsidi tetap memiliki ketentuan yang perlu dipahami sebelum mengajukan pembiayaan. Untuk mengetahuinya secara lebih lengkap, yuk, simak artikel berikut ini!
Apa Itu Rumah KPR Subsidi?
Rumah KPR subsidi adalah rumah yang pembeliannya didukung oleh program bantuan atau fasilitas pembiayaan dari pemerintah untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) memiliki hunian yang layak.
Salah satu skema yang tersedia adalah KPR Sejahtera FLPP. Dalam program ini, pemerintah memberikan dukungan pembiayaan melalui BP Tapera dan bank penyalur agar masyarakat yang memenuhi kriteria dapat membeli rumah dengan ketentuan khusus.
Salah satu daya tarik program ini adalah suku bunga tetap sebesar 5% untuk rumah tapak melalui skema FLPP. Uang mukanya juga relatif terjangkau, mulai dari 1% sesuai dengan ketentuan program.
Namun, rumah KPR subsidi tidak bisa diajukan oleh semua orang. Calon pembeli perlu memenuhi kriteria penghasilan, status kepemilikan rumah, dan persyaratan lain yang ditetapkan pemerintah serta bank penyalur.
Persyaratan Rumah KPR Subsidi
Pada dasarnya, persyaratan rumah subsidi ditetapkan untuk memastikan fasilitas pembiayaan diberikan kepada masyarakat yang sesuai dengan sasaran program. Secara umum, ada beberapa kriteria yang perlu dipenuhi calon pemohon, yaitu:
Pemohon harus berstatus Warga Negara Indonesia (WNI) dan memenuhi ketentuan administrasi yang berlaku. Dokumen identitas, seperti KTP dan Kartu Keluarga, perlu disiapkan untuk proses verifikasi.
Program KPR subsidi ditujukan bagi masyarakat yang belum memiliki rumah. Status kepemilikan rumah pemohon dan pasangan akan diperiksa sesuai dengan ketentuan program.
Calon penerima umumnya belum pernah memperoleh subsidi atau bantuan pembiayaan perumahan dari pemerintah.
Baca Juga: Cara Cek SLIK OJK secara Online, Ini Syarat dan Langkahnya
Pemohon harus memiliki penghasilan yang sesuai dengan batas maksimal yang ditetapkan pemerintah.
Batas tersebut dapat berbeda berdasarkan wilayah, status perkawinan, dan ketentuan program yang berlaku.
Sebagai gambaran, ketentuan FLPP membedakan batas penghasilan untuk wilayah seperti Jawa di luar Jabodetabek, wilayah lain di Indonesia, serta Jabodetabek. Berikut adalah penjelasannya:
Wilayah
Tidak Kawin
Kawin
Zona 1: Jawa (kecuali Jabodetabek), Sumatera, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat
Rp8.500.000
Rp10.000.000
Zona 2: Kalimantan, Sulawesi, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Maluku, Maluku Utara, dan Bali
Rp9.000.000
Rp11.000.000
Zona 4: Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi
Rp12.000.000
Rp14.000.000
Bank penyalur akan memeriksa kelayakan pemohon, termasuk usia, sumber penghasilan, riwayat kredit, dan kemampuan membayar angsuran.
Persetujuan tidak hanya ditentukan oleh pemenuhan syarat program, tetapi juga hasil analisis pembiayaan bank.
Persyaratan dapat mengalami perubahan mengikuti regulasi pemerintah. Sebelum mendaftar, periksa kembali ketentuan terbaru melalui BP Tapera dan bank penyalur agar dokumen serta data yang kamu siapkan sesuai.
Harga Rumah KPR Subsidi
Harga rumah subsidi telah ditetapkan berdasarkan ketentuan pemerintah dan dapat berbeda menurut wilayah serta jenis hunian. Dengan adanya batas harga tersebut, rumah subsidi ditujukan agar tetap terjangkau bagi kelompok masyarakat yang memenuhi kriteria program.
Berikut adalah batas maksimal harga rumah KPR subsidi dalam program FLPP:
Wilayah
Harga Unit
Jabodetabek, Maluku, Bali, dan Nusa Tenggara
Rp185.000.000
Jawa (di luar Jabodetabek) dan Sumatera
Rp166.000.000
Sulawesi
Rp173.000.000
Saat mencari rumah subsidi, sebaiknya kamu tidak hanya melihat harga jual yang tercantum pada iklan pengembang. Pastikan harga tersebut juga sesuai dengan ketentuan program yang berlaku di wilayah tempat rumah berada.
Selain harga rumah, ada beberapa hal lain yang perlu diperiksa sebelum menentukan pilihan.
Baca Juga: Tips Mengatur & Mengelola Keuangan untuk Masa Depan
Berapa Cicilan Rumah KPR Subsidi per Bulan?
Cicilan rumah KPR subsidi dipengaruhi oleh harga rumah, besaran uang muka, jumlah pembiayaan, suku bunga, dan tenor yang dipilih sesuai ketentuan program.
Pada skema KPR Sejahtera FLPP untuk rumah tapak, suku bunga ditetapkan sebesar 5% selama masa kredit. Skema ini membantu peminjam memiliki kepastian suku bunga sehingga perencanaan angsuran bulanan menjadi lebih mudah.
Sebagai ilustrasi sederhana, misalnya harga rumah Rp180 juta dan uang muka sebesar 1% atau Rp1,8 juta. Jika seluruh sisa harga rumah dibiayai melalui KPR, maka jumlah pembiayaan sebelum biaya lain adalah Rp178,2 juta.
Cara Mengajukan KPR Rumah Subsidi
Setelah memahami persyaratan dan skema pembiayaannya, kamu bisa mulai mempersiapkan proses pengajuan KPR rumah subsidi. Secara umum, tahapannya adalah sebagai berikut:
Pastikan status kepemilikan rumah, penghasilan, dan riwayat penerimaan subsidi telah sesuai dengan persyaratan program. Langkah ini dapat membantu kamu untuk mengetahui apakah bisa melanjutkan ke tahap berikutnya.
Pilih rumah subsidi yang tersedia melalui pengembang dan jalur resmi. Jangan lupa untuk periksa lokasi, harga jual, kondisi bangunan, serta ketersediaan unit sebelum melakukan pemesanan.
Dokumen yang umumnya diminta dalam pengajuan KPR subsidi meliputi:
Setelah memilih rumah dan menyiapkan dokumen, ajukan permohonan melalui bank penyalur yang menyediakan program FLPP. Bank akan memeriksa kelengkapan dokumen, kemampuan membayar, dan kelayakan pemohon sesuai prosedur.
Jika pengajuan memenuhi persyaratan, proses berlanjut ke tahap verifikasi, persetujuan pembiayaan, dan penandatanganan akad. Sebelum menandatangani perjanjian, pahami jumlah angsuran, tenor, kewajiban pembayaran, serta ketentuan penggunaan rumah yang berlaku.
Memiliki rumah melalui KPR subsidi bisa menjadi langkah awal untuk membangun kehidupan yang lebih nyaman dan stabil. Dengan memahami harga rumah, persyaratan pengajuan, serta besaran cicilan sejak awal, kamu bisa menyusun rencana pembelian hunian secara lebih matang.
Di samping itu, pastikan juga pilihan rumah dan skema pembiayaannya telah sesuai dengan kebutuhan keluarga serta kemampuan finansial dalam jangka panjang, ya!
Nah, bagi kamu yang ingin memiliki rumah subsidi, NOBU KPR Warisan dari Nobu Bank hadir melalui program FLPP dengan sejumlah kemudahan. Program ini menawarkan suku bunga tetap 5%, uang muka terjangkau sesuai ketentuan, angsuran ringan, serta bebas biaya administrasi dan provisi sesuai ketentuan program.
Tersedia pula layanan langsung akad untuk mendukung proses pembelian rumah bagi calon nasabah yang memenuhi persyaratan. Mari mulai langkahmu menuju hunian sendiri bersama NOBU KPR Warisan!
Baca Juga: Mengenal Passive Income & Cara Mengelola Agar Cuan
Anda akan menerima informasi mengenai berita terbaru dan juga berbagai penawaran promo menarik Bank NOBU langsung melalui e-mail Anda.
SELESAI